Tim PkM Dosen Mesin Otomotif UNY Latih Peternak Gunungkidul Merawat Mesin Pencacah Pakan

Gunungkidul, 26 Juli 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan pelatihan pengolahan pakan dan perawatan mesin pencacah rumput bagi kelompok ternak di Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, pada 25–26 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti 59 peserta dari Padukuhan Kenteng dan Kepuh.

Diketuai oleh Drs. Ir. Moch Solikin, M.Kes., bersama tim beranggotakan Dr. Agus Widyianto, M.T., Dr. Kurniawan Sigit Wahyudi, M.Pd., dan Muhammad Imawan Badranaya, M.Eng. serta beberapa mahasiswa, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pakan serta pengoperasian dan perawatan mesin pencacah rumput.

Pelatihan meliputi workshop formulasi pakan bersama Dr. Siti Zubaidah, S.Pt., M.Biotech., dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta praktik langsung penggunaan dan perawatan mesin. Evaluasi menunjukkan peningkatan nilai peserta dari rentang 35–60 pada pre-test menjadi 75–100 pada post-test. Seluruh peserta yang ditampilkan dalam grafik evaluasi mencapai nilai minimal 75 setelah pelatihan.

Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya pemahaman peserta terhadap materi pelatihan. Keterampilan perawatan mesin diharapkan membantu peternak melakukan pemeriksaan rutin, mengenali gangguan teknis sejak dini, dan mengurangi risiko kerusakan yang menghambat penyediaan pakan. Penggunaan mesin yang lebih terawat juga diharapkan meningkatkan efisiensi waktu dan menekan biaya perbaikan akibat kerusakan berulang. Dampak jangka panjang ini akan dipantau melalui pendampingan lanjutan.

Sebagai bentuk keberlanjutan, tim menyusun Modul Perawatan Mesin Pencacah Pakan Ternak yang dilengkapi panduan pemeriksaan berkala dan checklist perawatan. Modul tersebut telah memperoleh status granted untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Kegiatan ini mendukung pencapaian tiga tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs). SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) didukung melalui upaya meningkatkan efisiensi usaha peternakan dan menekan biaya perawatan mesin. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) diwujudkan melalui pelatihan berbasis praktik yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis masyarakat. Sementara itu, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) tercermin dalam kolaborasi perguruan tinggi, narasumber dari UNESA, dan masyarakat dalam penerapan teknologi tepat guna.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Vokasi UNY, khususnya bidang Mesin Otomotif, berupaya menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Monitoring lanjutan direncanakan untuk memastikan keterampilan dan panduan perawatan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung produktivitas peternakan rakyat di Gunungkidul. (KSW)